Pages

Tuesday, July 3, 2012

Definisi Kepemimpinan Dan Tipe Kepemimpinan

Kepemimpinan atau leadership merupakan ilmu terapan dari ilmu-ilmu social, sebab prinsip-prinsip dan rumusannya diharapkan dapat mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan manusia. Ada banyak pengertian yang dikemukakan oleh para pakar menurut sudut pandang masing-masing, definisi-definisi tersebut menunjukkan adanya beberapa kesamaan.
Pengertian Kepemimpinan Menurut Para ahli
Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.
Menurut Young (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpnan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok
Sumber: http://belajarpsikologi.com/pengertian-kepemimpinan-menurut-para-ahli/#ixzz1ijX4CPTU
Macam-Macam Gaya Kepemimpinan
1. Gaya Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian
Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan.
2. Gaya Kepemimpinan Demokratis / Democratic
Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.
3. Gaya Kepemimpinan Bebas / Laissez Faire
Pemimpin jenis ini hanya terlibat delam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi.
Sumber: http://organisasi.org/jenis_dan_macam_gaya_kepemimpinan_pemimpin_klasik_otoriter_demokratis_dan_bebas_manajemen_sumber_daya_manusia
EMPAT GAYA KEPEMIMPINAN DARI EMPAT MACAM KEPRIBADIAN
Keempat gaya kepemimpinan berdasarkan kepribadian adalah :
1. Gaya Kepemimpinan Karismatis
2. Gaya Kepemimpinan Diplomatis
3. Gaya Kepemimpinan Otoriter
4. Gaya Kepemimpinan Moralis
GAYA KEPEMIMPINAN KARISMATIS
Kelebihan gaya kepemimpinan karismatis ini adalah mampu menarik orang. Mereka terpesona dengan cara berbicaranya yang membangkitkan semangat. Biasanya pemimpin dengan gaya kepribadian ini visionaris. Mereka sangat menyenangi perubahan dan tantangan.
Mungkin, kelemahan terbesar tipe kepemimpinan model ini bisa di analogikan dengan peribahasa Tong Kosong Nyaring Bunyinya. Mereka mampu menarik orang untuk datang kepada mereka. Setelah beberapa lama, orang – orang yang datang ini akan kecewa karena ketidak-konsisten-an. Apa yang diucapkan ternyata tidak dilakukan. Ketika diminta pertanggungjawabannya, si pemimpin akan memberikan alasan, permintaan maaf, dan janji.
GAYA KEPEMIPINAN DIPLOMATIS
Kelebihan gaya kepemimpinan diplomatis ini ada di penempatan perspektifnya. Banyak orang seringkali melihat dari satu sisi, yaitu sisi keuntungan dirinya. Sisanya, melihat dari sisi keuntungan lawannya. Hanya pemimpin dengan kepribadian putih ini yang bisa melihat kedua sisi, dengan jelas! Apa yang menguntungkan dirinya, dan juga menguntungkan lawannya.
Kesabaran dan kepasifan adalah kelemahan pemimpin dengan gaya diplomatis ini. Umumnya, mereka sangat sabar dan sanggup menerima tekanan. Namun kesabarannya ini bisa sangat keterlaluan. Mereka bisa menerima perlakuan yang tidak menyengangkan tersebut, tetapi pengikut-pengikutnya tidak. Dan seringkali hal inilah yang membuat para pengikutnya meninggalkan si pemimpin.
GAYA KEPEMIMPINAN OTORITER
Kelebihan model kepemimpinan otoriter ini ada di pencapaian prestasinya. Tidak ada satupun tembok yang mampu menghalangi langkah pemimpin ini. Ketika dia memutuskan suatu tujuan, itu adalah harga mati, tidak ada alasan, yang ada adalah hasil. Langkah – langkahnya penuh perhitungan dan sistematis.
Dingin dan sedikit kejam adalah kelemahan pemimpin dengan kepribadian merah ini. Mereka sangat mementingkan tujuan sehingga tidak pernah peduli dengan cara. Makan atau dimakan adalah prinsip hidupnya.
GAYA KEPEMIMPINAN MORALIS
Kelebihan dari gaya kepemimpinan seperti ini adalah umumnya Mereka hangat dan sopan kepada semua orang. Mereka memiliki empati yang tinggi terhadap permasalahan para bawahannya, juga sabar, murah hati Segala bentuk kebajikan ada dalam diri pemimpin ini. Orang – orang yang datang karena kehangatannya terlepas dari segala kekurangannya.
Kelemahan dari pemimpinan seperti ini adalah emosinya. Rata orang seperti ini sangat tidak stabil, kadang bisa tampak sedih dan mengerikan, kadang pula bisa sangat menyenangkan dan bersahabat.
Sumber: http://wapannuri.com/a.kepemimpinan/kepemimpinan_efektif.html
Jika saya menjadi pemimpin, Saya akan lebih memilih gaya kepemimpinan demokratis.
Karena melalui gaya kepemimpinan seperti ini semua permasalahan dapat di selesaikan dengan kerjasama antara atasan dan bawahan. Sehingga hubungan atasan dan bawahan bisa terjalin dengan baik.



Refrensi:
http://belajarpsikologi.com/pengertian-kepemimpinan-menurut-para-ahli/#ixzz1ijX4CPTU
http://organisasi.org/jenis_dan_macam_gaya_kepemimpinan_pemimpin_klasik_otoriter_demokratis_dan_bebas_manajemen_sumber_daya_manusia
http://wapannuri.com/a.kepemimpinan/kepemimpinan_efektif.html

Hambatan Komunikasi dan Unsur-unsur Komunikasi

Pengertian Proses dan Unsur unsur Hambatan KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI Antar pribadi dalam Kelompok

v Pengertian Komunikasi
Komunikasi didefinisikan sebagai penyampaian atau pertukaran informasi dari pengirim kepada penerima baik lisan ,tertulis maupun menggunakan alat komunikasi.
v Proses dan Unsur-unsur Komunikasi
1. Pengirim adalah orang yang memiliki informasi dan kehendak untuk menyampaikannya kepada orang lain.
2. Penyandian < enconding > merupakan proses mengubah informasi kedalam isyarat-isyarat atau simbul-simbul tertentu untuk ditramisikan.
3. Pesan adalah informasi yang hendak disampaikan pengirim kepada penerima.
4. Saluran atau media adalah alat dengan mana pesan berpindah dari pengirim kepenerima.
5. Penerima adalah orang yang menerima informasi dari pengirim.
6. Penafsiran < decoding >adalah proses meterjemahkan < menguraikan sandi-sandi > pesan dari pengirim ,seperti mengartikan huruf morse dan yang sejenisnya.
7. Umpan < feedbeck >merupakan tanggapan penerima atas informasi yang disampaikan pengirim .
8. Gangguan adalah setiap factor yang mengganggu penyampaian atau penerimaan pesan dari pengirim kepenerima.
v Komunikasi Antarpribadi
Komunikasi Antar pribadi adalah pertukaran informasi yang terjadi di antara dua orang.yang mana komunikasi antar pribadi masing-masing memiliki cara sendiri-sendiri dalam berhubungan dengan orang lain.ada empat kombinasi ,informasi yang diketauhi dan tidak diketeui baik diri sendiri maupun orang lain yaitu :
· Bidang Arena
· Bidang Gelap
· Bidang Tidak Diketaui
· Bidang Depan
v Komunikasi dalam Kelompok
Beberapa variable mempengaruhi frekuensi dan akuritas dari komunikasi ,variable tersebut meliputi :
1. Kesempatan untuk berinteraksi.
2. Status
3. Kepaduan
v Jaringan Komunikasi
· Jaringan komunikasi berkaitan pola saluran komunikasi diantara anggota kelompok atau di antara berbagai posisi dalam struktur organisasi .organisai dapat menciptakan jaringan komunikasi nikasi resmi.hal itu dapat dilakukan dengan menciptakan rancangan komunikasi dengan jaringan computer,telepon,dan laporan.
· Studi tentang jaringan komunikasi sudah dilakukan sejak tahun 1940an,
· Pengaruh kompleksitas tugas,jaringan sentralisasi lebih efisien untuk tugas yang sederhana ,sementara jaringan desentralisasi lebih efesien untuk menyelesaikan masalah yang komplek.
· Aturan komunikasi ,
· Penjaga gawang adalah orang yang mengendalikan pesan diantara dua orang kelompok dalam suatu struktur oaganisasi.
· Pemimpin Informal adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi secara informal sikap dan perilaku para anggota.
· Pelintas batas adalah seseorang yang selalu berhubungan dengan mengkaji perubaha lingkungan organisasi.
v Komunikasi Keorganisasian
· Pengaruh dari struktur organisasi adalah membatasi aliran komunikasi dengan demikian mengurangi permasalahan kelebihan informasi
· Aliran komunikasi formal dalam organisasi mrupakan pedoman kemana seseorang berkomunikasi dalam organisasi. Aliran komunikasi formal dalam organisasi dapat dibedakan menjadi empat yaitu :
1. Komunikasi dari atas kebawah < downward communication>
2. Komunikasi dari bawah keatas
3. Komunikasi Horizontal
4. Komunikasi Diagonal
v Hambatan-hambatan terhadap Komunikasi yang efektif
· Menilai sumber
· Penyaringan
· Tekanan waktu
· Mendengarkan secara selektif
· Masalah bahasa
· Bahasa kelompok
· Perbedaan kerangka acuan
· Bebean Komunikasi berlebihan
v Mengatasi Hambatan-hambatan Komunikatif
Komunikasi yang efektif tergantung pada kualitas dari proses komunikasi baik pada tingkat individu maupun pada tingkat organisasi.
Beberapa cara dapat dilakukan untuk meningkatkan efektifitas komunikasi :
· Meningkatkan umpan balik
· Empati
· Pengulangan
· Menggunakan bahasa yang sederhana
· Penentuan waktu yang efektif
· Mendengarkan secara efektif
· Mengatur arus informasi

Klasifikasi informasi

Saat ini, dimana informasi telah menjadi aset penting yang menentukan ketangguhan sebuah organisasi, pengamanan informasi menjadi lebih diperlukan dari sebelumnya.
Tetapi banyak manager perusahaan/organisasi berfikir bahwa penerapan keamanan pada informasinya menguras sumber daya dan tidak memberikan jaminan keamanan yang diinginkan. Sehingga memberikan kesimpulan bahwa biaya keamanan yang diberikan tidak sebanding dengan keuntungan yang diperoleh organisasi.
Bisa jadi yang dilakukannya adalah memberikan pengamanan informasi secara sama rata atau tidak tepat terhadap aset informasi yang dimiliki. Sehingga mengakibatkan biaya yang dikeluarkan menjadi tidak efisien dan tidak sebanding dengan nilai informasi itu sendiri.
Dalam kenyataannya tidak semua informasi mempunyai nilai guna yang sama, atau memiliki risiko yang sama, mekanisme perlindungan dan proses recovery-nya atau lainnya pun, pasti berbeda. Sehingga agar menjadi efisien, informasi sebagai aset organisasi harus diberikan klasifikasi berdasarkan risiko, nilai guna data, atau kriteria lainnya yang ditentukan dalam organisasi.

Mengapa informasi perlu diklasifikasikan
Seringkali organisasi melakukan usaha pengklasifikasian dan pengamanan informasi adalah karena mandat regulasi organisasi dan pelaksanaan kebijakan organisasi. Sebagai contoh adalah informasi finansial dalam organisasi perbankan yang mau tidak mau harus diberikan proteksi dengan level tertentu, agar bank-nya tetap dipercaya nasabah. Organisasi lainnya melakukan usaha pengklasifikasian dan pengamanan informasi adalah karena adanya perjanjian kontrak untuk melindungi informasi dengan konsumennya atau mitra bisnisnya.
Padahal banyak sekali keuntungan yang akan diperoleh bila organisasi dengan kesadaran sendiri melakukan pengklasifikasian dan pengamanan aset informasinya. Sebab, dalam pengamanan informasi, melakukan pengklasifikasian informasi sangatlah penting. Memberikan pengamanan yang sesuai akan menghemat sumberdaya organisasi dan membuat pengelolaan informasi menjadi efisien dan efektif. Akhirnya akan membantu meningkatkan kualitas data/informasi yang digunakan sebagai bahan untuk mengambil keputusan.
Keuntungan melakukan klasifikasi data/informasi bagi organisasi adalah :
1. Meningkatkan kerahasiaan, keutuhan dan ketersediaan data dikarenakan pengendalian yang tepat terhadap semua data dalam organisasi.
2. Menghemat biaya operasional pemeliharaan dikarenakan mekanisme perlindungan data dirancang dan dilaksanakan hanya terhadap data yang memang memerlukannya.
3. Meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dikarenakan data sumbernya sudah tertata kualitasnya.
4. Mendukung pelaksanaan arsitektur keamanan informasi agar organisasi memperoleh posisi yang lebih baik dimasa yang akan datang.
5. Menyediakan proses untuk melakukan review semua fungsi organisasi dan menentukan prioritas serta nilai data.
Sistem pengklasifikasian informasi yang efektif akan membuat informasi mudah dimengerti serta mudah digunakan dan dipelihara. Selain itu manajemen akan dengan cepat dapat mengetahui dan menentukan tingkat pengamanan suatu informasi, yang tentunya akan membuat efisien sumber daya yang diperlukan.

Memulai melakukan pengklasifikasian informasi
Sebelum melakukan pengklasifikasian informasi, seorang profesional keamanan informasi (profesional KI) perlu memberikan beberapa pertanyaan terhadap proyeknya itu :
- apakah pihak eksekutif mendukung ?
Tanpa dukungan eksekutif, pengklasifikasian informasi menjadi sulit dicapai atau tidak akan berpengaruh dalam organisasi. Sebab dukungan eksekutif penting dalam upaya mensosialisasikan regulasi klasifikasi informasi.
- apa yang akan dilindungi dan dari apa ?
Profesional KI perlu membuat matrik analisa serangan dan resiko yang mungkin akan terjadi terhadap data/informasi organisasi, disertai solusi untuk mengeliminir resiko dan serangan tersebut. Selain itu perlu diberikan juga analisa impak yang terjadi terhadap organisasi atas serangan/resiko dan recoverinya.
- apakah terdapat kebijakan tertentu yang harus dipertimbangkan ?
Kebijakan tertentu bisa saja berdampak pada pengklasifikasian informasi, untuk itu seorang profesional KI perlu mengetahui semua kebijakan yang ada dalam organisasi yang akan berpengaruh dalam implementasi keamanan informasi.
- apakah organisasi mempunyai rasa memiliki data ?
Organisasilah yang memiliki data, bukan milik bagian TI. Sehingga organisasi secara keseluruhan harus mempunyai tanggung jawab terhadap pengelolaan data/informasi tersebut. Bila hanya diserahkan pada orang-orang TI saja, tentunya akan menjadi tidak efektif. Sebab pengamanan data merupakan keseluruhan proses yang terjadi terhadap setiap kegiatan dari data itu.

Bagaimana informasi diklasifikasikan
Pendekatan yang dipakai untuk melakukan klasifikasi informasi yang efektif dan efisien berbeda-beda dari setiap organisasi. Hal ini sangat bergantung dari jenis organisasi serta kepentingannya. Namun tahapan secara umum yang dapat dipakai seperti berikut :
1. Mengidentifikasi semua sumber daya informasi yang perlu dilindungi.
2. Mengidentifikasi ukuran pengamanan informasi yang akan diterapkan pada masing-masing kelas informasi. Secara garis besar pengamanan yang diterapkan pada informasi adalah otentikasi, pengendalian akses, penyandian, pengawasan secara administratif, pengawasan secara teknologi dan/atau asuransi.
3. Mengidentifikasi tingkat guna dan nilai informasi.
4. Memetakan ukuran perlindungan informasi untuk masing-masing tingkat informasi.
5. Mengklasifikasi informasi : kebanyakan pengklasifikasian data/informasi terfokus hanya pada kerahasiaan data saja. Namun sesungguhnya pengklasifikasian informasi lebih dari itu, misalnya :
a. Klasifikasi berdasarkan derajat kecepatan, misalnya : prioritas, urgent, segera;
b. Klasifikasi berdasarkan tingkat kerahasiaan, misalnya : top secret, secret, confidential;
c. Klasifikasi berdasarkan frekuensi penggunaan, misalnya : sering, kadang, sekali pakai;
d. Klasifikasi berdasarkan waktu pemakaian, misalnya : tahun, bulan, minggu, jam;
e. Klasifikasi berdasarkan kewenangan, misalnya : edit, read only;
f. Klasifikasi berdasarkan isi, misalnya : keuangan, politik, ekonomi;
g. Klasifikasi lain yang didefinisikan organisasi, misalnya : umum, pivate, client, staff only.
6. Evaluasi secara berkala : nilai guna dan kepentingan sebuah informasi memiliki tenggang waktu tertentu, sehingga proses evaluasi secara berkala sangat diperlukan untuk menentu kembali klasifikasi informasi tersebut. Evaluasi ini pada dasarnya adalah perulangan proses 1 sampai 5 di atas terhadap setiap informasi dalam setiap periode evaluasi.

Contoh pengklasifikasian informasi
Restricted : informasi yang dilindungi, yang bila tidak ditangani dengan benar dapat secara serius mengakibatkan kerugian, impaknya termasuk pelanggaran hukum, atau kontrak atas perlindungan privasi.
Sensitive : informasi penting yang dilindungi dimana bila tidak ditangani dengan benar dapat merusak berfungsinya suatu sistem atau berdampak pada bisnis, finansial dan hukum.
Operasional : informasi yang bila tidak ditangani dengan benar menimbulkan kerusakan minimal, namun begitu dapat membuat ketidak-nyamanan, merusak kredibilitas/reputasi atau rahasia pribadi.
Private : merupakan informasi data pribadi atau data milik perseorangan yang bukan merupakan informasi untuk umum.
Unrestricted : yang dapat diakses secara bebas sebagai informasi umum. 

Sumber : http://hadiwibowo.wordpress.com/2008/08/05/klasifikasi-informasi/

Proses Pengambilan Keputusan dalam Organisasi

Proses Pengambilan Keputusan dalam Organisasi
Proses pengambiln keputusan dalam organisasi ialah kumpulan yang terdiri dari beberapa orang untuk mencapai tujuan bersama, didalam organisasi rentan terjadinya selisih pendapat begitu juga keputusan dalam mengambil sikap, dapat diartikan cara organisasi dalam pengambilan keputusan. Terdapat 4 metode bagaimana cara organisasi dalam pengambilan keputusan, ke 4 metode tersebut adalah : yaitu kewenangan tanpa diskusi (authority rule without discussion), pendapat ahli (expert opinion), kewenangan setelah diskusi (authority rule after discussion), dan kesepakatan (consensus).
1. Kewenangan Tanpa Diskusi
Biasanya metode ini sering dilakukan oleh para pemimpin yang terkesan militer. mempunyai beberapa keuntungan jika seorang pemimpin menggunakan metode ini dalam pengambilan keputusan, yaitu cepat, maksudnya seorang pemimpin mempunyai keputusan ketika oraganisasi tidak mempunyai waktu yang cukup untuk menentukan atau memutuskan kebijakan apa yang harus diambil. Tetapi apabila metode ini sering dipakai oleh pemimpin akan memicu rasa kurang kepercayaan para anggota organisasi tersebut terhadap kebijakan yang telah diambil oleh pemimpin tanpa melibatkan para anggota yang lainnya dalam perumusan pengambilan keputusan.
2. Pendapat Ahli
Kemampuan setiap orang berbeda-beda, ada yang berkemampuan dalam hal politik, pangan, tekhnologi dan lain-lain, sangat beruntung jika dalam sebuah organisasi terdapat orang ahli yang kebetulan hal tersebut sedang dalam proses untuk diambil keputusan, pendapat seorang ahli yang berkopeten dalam bidangnya tersebut juga sangart membantu untuk pengambilan keputusan dalam organisasi.
3. Kewenangan Setelah Diskusi
Metode ini hampir sama dengan metode yang pertama, tapi perbedaannya terletak pada lebih bijaknya pemimpin yang menggunakan metode ini disbanding metode yang pertama, maksudnya sang pemimpin selalu mempertimbangkan pendapat atau opini lebih dari satu anggota organiasi dalam proses pengambilan keputusan. Terdapat kelemahan didalam metode ini, setiap anggota akan besaing untuk mempengaruhi pemimpin bahwa pendapatnya yang lebih perlu diperhatikan dan dipertimbangkan yang ditakutkan pendapat anggota tersebut hanya mamberikan nilai positif untuk dirinya dan merugikan anggota organisasi yang lai.
4. Kesepakatan
Dalam Metode ini, sebuah keputusan akan diambil atau disetujui jika didalam proses pengambilan keputusan telah disepakati oleh semua anggota organisasi, secara transparan apa tujuan, keuntungan bagi setiap anggota sehingga semua anggota setuju dengan keputusan tersebut. Negara yang demokratis biasanya akan menggunakan metode ini. Tetapi metode seperti ini tidak dapat berguna didalam keadaan situasi dan kondisi yang mendesak atau darurat disaat sebuah organisasi dituntut cepat dalam memberikan sebuah keputusan.
Keempat metode-metode diatas ialah hasil menurut Adler dan Rodman, satu sama lainnya tidak dapat dikatakan metode satu terbaik yang digunakan dibanding metode yang lainnya, dapat dikatakan efektif jika metode yang mana yang paling cocok digunakan dalam keadaan dan situasi yang sesuai.



Sumber : http://zzzfadhlan.wordpress.com/2011/05/27/proses-pengambilan-keputusan-dalam-organisasi-2/
http://abyhape.blogspot.com/2011/10/resume-kelompok-3-proses-pengambilan.html
http://latansablog.wordpress.com/2011/11/24/proses-mempengaruhi-dan-pengambilan-keputusan-dalam-organisasi/

Tuesday, June 19, 2012

Al kisah di WARNET

Al-kisah unik, lucu, bikin ngakak, menggelikan, aneh, cerita-amit-amit, sedih, merasakan beratnya perjuangan hidup (kepanjangan gak sih expresinya? hehehe) yah begitulah ungkapan operator warnet selama menjaga kerajaan warnet, karena banyak sekali cerita-cerita lucu yang terjadi saat diwarnet mulai dari ketemu client yang aneh, najis, kocak, cantik suit… suit…  sampe client bencong cerewet dan yang semuanya gw coba kumpulin ceritanya disini, mudah-mudahan jadi best seller kalau di bikin buku ya .

Kebetulan gw sendiri adalah salah seorang penjaga warnet hampir 4 tahun, di salah satu warnet kecil yang kapasitasnya 25 orang di daerah Bekasi Timur, mungkin semua cerita adalah sejarah dari hidup gw untuk pembelajaran atau untuk sekedar mencari seonggok duit untuk bayar kuliah ( “ya sudahlah” Bondan prakoso said). ok lah gak usah panjang lebar mukadimahnya, langsung aja, begini ceritanya...

Anak muda downloader


Client : mas ada yang kosong gak?
Operator : ada mas no.6 di pojok
dia langsung duduk di no.6, selang 15 menit kemudian

Client : mas koneksinya lagi lambat ya?
Operator : gak juga kok mas, lumayan kenceng (karena kebetulan yang main warnet cuma 3 client termasuk dia)
beberapa menit lagi

Client : mas koneksinya gimana sih ini? kok lambat banget
Operator : disini normal kok mas (sambil cek client, apa sih yang di buka?)
Client : Mas lambat banget nih, gak keluar-keluar
Operator : (langsung gw ceplosin aja) Terang aja lambat mas, kan masnya sendiri lagi download Bokep (abis di cek ternyata download bokep banyak banget, sampe 7 file sekaligus hahahah)
Client : ….... (sampe menit terakhir)


Anak SMP yang main dua, bacotnya Tujuh



Biasalah… anak SMP kalo masuk warnet segerombolan, tapi yang maen satu/dua, udah gitu berisiknya minta ampun, udah mirip  anak bebek di kasih makan, nah kebetulan ada 4 orang yang masuk tapi yang maen internet cuman dua, KBU kapasitas 2 orang di paksa masuk 4 Orang, sekaligus berisik.

Anak SMP : mas buka facebook dong… (pake nada genit)
Operator : ya sudah di buka aja
Anak SMP : *%&@)#*@#&@)*%@)*$@ gak karuan bacotnya (udah pasti ganggu yang lain)

Gw bingung mau cari cara biar diem bagaimana, lagian kan gak enak sama user lain, tapi gw gak abis pikir, trus gw tulis message ke anak SMP itu

“ssstt… jangan berisik, disebelah kalian itu ada bapak-bapak item lagi main internet kan, kemaren anak SMP 2 orang di gamparin gara-gara berisik disebelahnya, serius gw gak boong…”
warnet : beberapa detik kemudian, langsung senyap sssshhh…. (berhasil…)

CPNS


Cewek : mas ini gimana toh?!aku daftarin cpns suamiku kok gak bisa ya?!
Operator : ha?!gak bisa gimana?!
Cewek : ini di kolom IPK nya kok gak mau diisi?! *mulutnya dimonyong-monyongin*
Operator : coba saya ketikin mbak,IPK suaminya berapa?!
Cewek : 2,3 mas..
Operator : haaa..jelas gak bisa mbak,itu paling minim aja IPK 3,00 gitu kok..
Cewek : oohh..trus biar IPK suami saya bisa 3,00 gimana mas?? *mimik melas*
Operator : tanya sama gayus tambunan aja mbak..*manyun secara optimal*

Warnet atau Laboratorium?


siang bolong panas abis makan warteg di depan warnet, rasanya pengen tidur ngantuk minumannya es lagih mantap…
tiba tiba masuklan seorang bapak-bapak setengah tua, bawa kertas sama plastik, trus nanya
Bapak : mas ada mikroskop opis gak?
operator : microsoft ya pak?
Bapak : iya itu, saya mau ngetik
Operator : bisa, pak pake yang portable aja
Bapak : mas ini kok gak bisa di buka ya? mosenya gak jalan
Operator : rusak ya pak? (sambil nyamperin dia) Gubrak!!! jelas aja gak begerak pak, mousenya jangan diangkat
bapak itu goyangin mos, diangkat udah kayak maen layangan

Cerita Cinta di KBU warnet


Client 3 : mas yang main di nomor 18 cantik banget, bisa gak gw nitip salam, kasih messages gitu (kebetulan berhadapan)
Operator : bisa aja bos…
Client 3 : titipin salam ya?
Operator : Beres…. langusng gw tulis “mba maap, ada yang titip salam dari client 23″
Client 6 : jawabannya adalah “co model kayak selang tinja, dilarang titip salam”
Operartor : wkwkwkwkwkw asli ngakak mencret..
sangking gak enak hati, gw bales ke client 3 “sorry mas udah punya suami”


Akhir Cerita Cinta Muda-Mudi


Mereka anak muda-mudi masih SMA, masuk kewarnet beli minuman trus ngobrol, sambil main warnet, trus tiba-tiba ceweknya kayaknya marah sama conya, diemmm aja, diajak ngobrol gak nyaut, kebetulan dia marahan di KBU-23 jelas di depan operator warnet meja gw

keadaan warnet langsung sunyi senyap... bagai malam tanpa bintang *apaan siih...

Cowoknya putus asa, gak bisa diajak ngomong sama sekali pasangannya, sampe akhirnya tuh cowo, ninggalin ceweknya semua di bayar, minuman, warnet dll gak sepatah katapun dikeluarkan, langsung buka pintu dan menghilang dari pandangan

Ceweknya yang d tinggal sendiri, keluar aer mata, sambil melamun…. gak pegang mouse atau keyboard , matanya kosong keluar aer mata kayak di sinetron, gw ambilin tisu, trus taruh di mejanya. setelah air mata nya kering dan isak tangis nya mereda dia kemudian berdiri dan melangkah keluar dari warnet...
..........

Bencong Mau Pesbukan

di malam yg sunyi dan senyap saatnya warnet tutup dan waktunya orang beristirahat dateng lah seseorang wanita (kalw beneran wanita ini y) ber selempangan Surround Sound Speaker yg mengeluarkan irama ~ Youre beautiful.. beautiful.. kamu cantik.. cantik.. ~ dengan senang nya bertanya apakah masi bisa pesbukan..

Bencong : mas.. mas... mas... aduduhhh mau tutup y
OP : iy pak mau tutup.. ini tinggal nutup roling door
Bencong : *suara lakinya keluar... HUSSSS panggil pak.. Enon donk!!
OP : ehh iy non *jedotin pala ke tembok.. maap mau ngapain y
Bencong : bisa pesbukan ga..
OP : yailahh ini bencong mo pesbukan ama siapaa sehh.. "bisa non tapi udah mau tutup net nya, tutup nya jam 9"
Bencong : aiihh kuq cepet amat si tutup nya... tu disana 24 jem..
OP : iy d sana 24 jem d sini 12 jem ajh cukup...
Bencong : disana jelek Op nya g kyk disini ganteng... * muukkkeee.....
y udah deh besok saia dateng lagi sebelum jam 9... tutupnya jam 9 kan y...
OP : iyah tutup jam 9 tapi besok saia udah gak kerja disini lagi, bye *ZREEEGG sambil nutup pintu roling door.
Bencong : !@!*(@*~)*@%%(*@#*!))~$%@^^%^~~! * teriak2 dari luar entah ap yg d teriakin -__-"

Beragam Pelanggan Warnet
  • Cewek cantik anak SMU, selalu jadi idola kalau main di warnet, senyumnya manis, orangnya ramah, gak banyak ngeluh yah… bersyukurlah terkadang kalau lagi tugas jaga dia yang masuk
  • Ibu-ibu low Tech 2 anak yang sedang kuliah lagi ambil jurusan kebidanan, kerjaannya ngetik tugas dan ngirim email tapi seringkali bertanya kenapa Flasdisk nya penuh terus.. padahal saia liat flasdisk nya bertuliskan 4GB 8GB aneh sekali knp flasdisknya selalu penuh padahal isinya hanya dokument word, excel, ppt dan pdf saja.. pernah sekali bertanya knp flashdisknya penuh dia bilang banyak sekali virusnya dan dia juga aneh sendiri kenapa flasdsiknya selalu penuh, maka dari itu dia terus2 an membeli flasdisk baru yang seharusnya tidak dia beli. tpi setelah d jelaskan dgn detail ibu itu sepertinya berhenti membeli flasdisk lagi hahhahha....
  • Bapak-bapak yg slalu ngeprint dan ngirim email yg sebelumnya di sabotase terlebih dahulu... d ganti kop surat nya lah... paragraph pertamanya lah tanda tangan cap stempel dll dst dkk nya lah, dia tinggal d daerah mutiara gading yg penuh dgn warnet entah knp selalu ngirim email dari warnet sini... setiap di tanya jawabannya selalu sama " di sana tidak bisa kirim email " GUBRAKK... warnet mana yg gak bisa kirim email pak !! #__#
  • Ibu-ibu yg d tinggal kerja suaminya ke dubai dulu sering ke warnet minta d setel in Yahoo Messenger buat chatting videocall sama suaminya.. pernah suatu hari dia dateng siang2 bertanya " mas maap kemarin ad bapak2 ngirim email belum bayar y " saia mengiyakan dan kemudian dia bayar dan dia bilang bahwa bapak2 pelanggan yang di atas itu adalah ayahnya... dunia sempit bgt hhahaha
  • bocah SD nama panggilnya bascup doyan nya maen lost saga sambil tereak2 an sambil ngomong jorok kyk kgk punya orang tua.. kalw abis maen game sebelum pulang dia suka ngata ngatain orang yang lagi maen lost saga jga dgn perkataan cupu lo bang, ahh cupu lo tolol, cupu lo begok... yang berakhir dgn penelanjangan dirinya depan teman2 nya wkkwkk
  • 2 biji bocah gamer sering banget masuk warnet blon mandi bau kringet baunya anyirrr bgt kayak ikan busuk najiss dahh.. parah bgt ini bocah2 prasaan dulu gw juga bocah demen ngebolang juga tapi bau gw kagak kayak beginih dahh haiaaahh #__#
  • bocah gembel tukang ngamen, sebelum maen biasa nya dia ngamen dulu keliling jatimulya buat modal maen... kaget juga dia pernah di interogasi d sini am anak net d tanyain penghasilan nya sehari kalw ngamen + nge gembel dapet brapa duit n dia bilang kalw dia sehari bisa dapet 45 rebu. angka fantastis bgt buat bocah umur 11 tahun dapet 45 sehari.. tpi sayang di buang buat maen game n dia sendiri gak sekolah, males katanya skolah gak enak. gimana masa depan indonesia kalw generasi muda nya kayak begini dahh wkkwkkww

Yahh demikian secuil cerita dari seorang operator warnet .. dan gak sedikit juga tanggapan miring dari luar mengenai Operator Warnet.. tapi Tolong... hargai Job Desk KAMI !


Walaupun WARNET Bukan LPK (Lembaga Pendidikan Komputer).
Tapi OPERATOR WARNET Juga turut mencerdaskan anak Bangsa !
Berbanggalah kawan . Jangan berkecil hati ! Jalankan terus tugas mulia mu .
SEMANGAT !!!


Bukan cuma Guru & Dosen yang telah mencerdaskan Bangsa tapi secara tidak langsung Operator Warnet juga turut serta membantu MENCERDASKAN ANAK BANGSA.

hhahahha  ~


Created By : Andi Nugraha (My friend)

Tuesday, May 8, 2012

Pengertian Motivasi dan Teori Motivasi

Motif seringkali diartikan dengan istilah dorongan. Dorongan atau tenaga tersebut merupakan gerak jiwa dan jasmani untuk berbuat. Jadi motif tersebut merupakan suatu driving force yang menggerakkan manusia untuk bertingkah-laku, dan di dalam perbuatannya itu mempunyai tujuan tertentu. Setiap tindakan yang dilakukan oleh manusia selalu di mulai dengan motivasi (niat). Menurut Wexley & Yukl (dalam As’ad, 1987) motivasi adalah pemberian atau penimbulan motif, dapat pula diartikan hal atau keadaan menjadi motif. Sedangkan menurut Mitchell (dalam Winardi, 2002) motivasi mewakili proses- proses psikologikal, yang menyebabkan timbulnya, diarahkanya, dan terjadinya persistensi kegiatan- kegiatan sukarela (volunter) yang diarahkan ke tujuan tertentu.
Sedangkan menurut Gray (dalam Winardi, 2002) motivasi merupakan sejumlah proses, yang bersifat internal, atau eksternal bagi seorang individu, yang menyebabkan timbulnya sikap antusiasme dan persistensi, dalam hal melaksanakan kegiatan- kegiatan tertentu.
Morgan (dalam Soemanto, 1987) mengemukakan bahwa motivasi bertalian dengan tiga hal yang sekaligus merupakan aspek- aspek dari motivasi. Ketiga hal tersebut adalah: keadaan yang mendorong tingkah laku (motivating states), tingkah laku yang di dorong oleh keadaan tersebut (motivated behavior), dan tujuan dari pada tingkah laku tersebut (goals or ends of such behavior). McDonald (dalam Soemanto, 1987) mendefinisikan motivasi sebagai perubahan tenaga di dalam diri seseorang yang ditandai oleh dorongan efektif dan reaksi- reaksi mencapai tujuan. Motivasi merupakan masalah kompleks dalam organisasi, karena kebutuhan dan keinginan setiap anggota organisasi berbeda satu dengan yang lainnya. Hal ini berbeda karena setiap anggota suatu organisasi adalah unik secara biologis maupun psikologis, dan berkembang atas dasar proses belajar yang berbeda pula (Suprihanto dkk, 2003).
Soemanto (1987) secara umum mendefinisikan motivasi sebagai suatu perubahan tenaga yang ditandai oleh dorongan efektif dan reaksi-reaksi pencapaian tujuan. Karena kelakuan manusia itu selalu bertujuan, kita dapat menyimpulkan bahwa perubahan tenaga yang memberi kekuatan bagi tingkahlaku mencapai tujuan,telah terjadi di dalam diri seseorang.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah energi aktif yang menyebabkan terjadinya suatu perubahan pada diri sesorang yang nampak pada gejala kejiwaan, perasaan, dan juga emosi, sehingga mendorong individu untuk bertindak atau melakukan sesuatu dikarenakan adanya tujuan, kebutuhan, atau keinginan yang harus terpuaskan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi

Motivasi seseorang sangat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu :
a. Faktor Internal; faktor yang berasal dari dalam diri individu, terdiri atas:
  1. Persepsi individu mengenai diri sendiri; seseorang termotivasi atau tidak untuk melakukan sesuatu banyak tergantung pada proses kognitif berupa persepsi. Persepsi seseorang tentang dirinya sendiri akan mendorong dan mengarahkan perilaku seseorang untuk bertindak;
  2. Harga diri dan prestasi; faktor ini mendorong atau mengarahkan inidvidu (memotivasi) untuk berusaha agar menjadi pribadi yang mandiri, kuat, dan memperoleh kebebasan serta mendapatkan status tertentu dalam lingkungan masyarakat; serta dapat mendorong individu untuk berprestasi;
  3. Harapan; adanya harapan-harapan akan masa depan. Harapan ini merupakan informasi objektif dari lingkungan yang mempengaruhi sikap dan perasaan subjektif seseorang. Harapan merupakan tujuan dari perilaku.
  4. Kebutuhan; manusia dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjadikan dirinya sendiri yang berfungsi secara penuh, sehingga mampu meraih potensinya secara total. Kebutuhan akan mendorong dan mengarahkan seseorang untuk mencari atau menghindari, mengarahkan dan memberi respon terhadap tekanan yang dialaminya.
  5. Kepuasan kerja; lebih merupakan suatu dorongan afektif yang muncul dalam diri individu untuk mencapai goal atau tujuan yang diinginkan dari suatu perilaku.
b. Faktor Eksternal; faktor yang berasal dari luar diri individu, terdiri atas:
  1. Jenis dan sifat pekerjaan; dorongan untuk bekerja pada jenis dan sifat pekerjaan tertentu sesuai dengan objek pekerjaan yang tersedia akan mengarahkan individu untuk menentukan sikap atau pilihan pekerjaan yang akan ditekuni. Kondisi ini juga dapat dipengartuhi oleh sejauh mana nilai imbalan yang dimiliki oleh objek pekerjaan dimaksud;
  2. Kelompok kerja dimana individu bergabung; kelompok kerja atau organisasi tempat dimana individu bergabung dapat mendorong atau mengarahkan perilaku individu dalam mencapai suatu tujuan perilaku tertentu; peranan kelompok atau organisasi ini dapat membantu individu mendapatkan kebutuhan akan nilai-nilai kebenaran, kejujuran, kebajikan serta dapat memberikan arti bagi individu sehubungan dengan kiprahnya dalam kehidupan sosial.
  3. Situasi lingkungan pada umumnya; setiap individu terdorong untuk berhubungan dengan rasa mampunya dalam melakukan interaksi secara efektif dengan lingkungannya;
  4. Sistem imbalan yang diterima; imbalan merupakan karakteristik atau kualitas dari objek pemuas yang dibutuhkan oleh seseorang yang dapat mempengaruhi motivasi atau dapat mengubah arah tingkah laku dari satu objek ke objek lain yang mempunyai nilai imbalan yang lebih besar. Sistem pemberian imbalan dapat mendorong individu untuk berperilaku dalam mencapai tujuan; perilaku dipandang sebagai tujuan, sehingga ketika tujuan tercapai maka akan timbul imbalan.
SUMBER

http://www.duniapsikologi.com/pengertian-motivasi/

Rujukan Buku

  • As’ad, Moh, 1998. Psikologi Industri. Yogyakarta: Liberty.
  • Winardi, 1992. Manajemen Prilaku Organisasi. Bandung: PT Citra Aditya Bakti.
  • Soemanto, Wasty, 1987. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Bina Aksara.

STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK

 DEFINISI KONFLIK

Konflik dapat berupa perselisihan (disagreement), adanya ketegangan (the presence of tension), atau munculnya kesulitan-kesulitan lain di antara dua pihak atau lebih. Konflik sering menimbulkan sikap oposisi antara kedua belah pihak, sampai kepada tahap di mana pihak-pihak yang terlibat memandang satu sama lain sebagai penghalang dan pengganggu tercapainya kebutuhan dan tujuan masing-masing. Subtantive conflicts merupakan perselisihan yang berkaitan dengan tujuan
kelompok, pengalokasian sumber daya dalam suatu organisasi, distribusi kebijaksanaan dan prosedur, dan pembagian jabatan pekerjaan. Emotional conflicts terjadi akibat adanya perasaan marah, tidak percaya, tidak simpatik, takut dan penolakan, serta adanya pertentangan antar pribadi (personality clashes).
Situasi yang terjadi ketika ada perbedaan pendapat atau perbedaan cara pandang diantara beberapa orang, kelompok atau organisasi. Definisi lain yaitu sikap saling mempertahankan diri sekurang-kurangnya diantara dua kelompok, yang memiliki tujuan dan pandangan berbeda, dalam upaya mencapai satu tujuan sehingga mereka berada dalam posisi oposisi, bukan kerjasama

STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK

Menghindar
            Menghindari konflik dapat dilakukan jika isu atau masalah yang memicu konflik tidak terlalu penting atau jika potensi konfrontasinya tidak seimbang dengan akibat yang akan ditimbulkannya. Penghindaran merupakan strategi yang memungkinkan pihak-pihak yang berkonfrontasi untuk menenangkan diri. Manajer perawat yang terlibat didalam konflik dapat menepiskan isu dengan mengatakan “Biarlah kedua pihak mengambil waktu untuk memikirkan hal ini dan menentukan tanggal untuk melakukan diskusi”

Mengakomodasi
            Memberi kesempatan pada orang lain untuk mengatur strategi pemecahan masalah, khususnya apabila isu tersebut penting bagi orang lain. Hal ini memungkinkan timbulnya kerjasama dengan memberi kesempatan pada mereka untuk membuat keputusan. Perawat yang menjadi bagian dalam konflik dapat mengakomodasikan pihak lain dengan menempatkan kebutuhan pihak lain di tempat yang pertama.


Kompetisi
            Gunakan metode ini jika anda percaya bahwa anda memiliki lebih banyak informasi dan keahlian yang lebih dibanding yang lainnya atau ketika anda tidak ingin mengkompromikan nilai-nilai anda. Metode ini mungkin bisa memicu konflik tetapi bisa jadi merupakan metode yang penting untuk alasan-alasan keamanan.

Kompromi atau Negosiasi
            Masing-masing memberikan dan menawarkan sesuatu pada waktu yang bersamaan, saling memberi dan menerima, serta meminimalkan kekurangan semua pihak yang dapat menguntungkan semua pihak.

Memecahkan Masalah atau Kolaborasi
            Pemecahan sama-sama menang dimana individu yang terlibat mempunyai tujuan kerja yang sama. Perlu adanya satu komitmen dari semua pihak yang terlibat untuk saling mendukung dan saling memperhatikan satu sama lainnya.

TINGKAT KONFLIK (LEVELS OF CONFLICT)
            Konflik yang timbul dalam suatu lingkungan pekerjaan dapat dibagi dalam
empat tingkatan:
a. Konflik dalam diri individu itu sendiri
Konflik dalam diri seseorang dapat timbul jika terjadi kasus overload jitu dimana ia dibebani dengan tanggung jawab pekerjaan yang terlalu banyak, dan dapat pula terjadi ketika dihadapkan kepada suatu titik dimana ia harus membuat keputusan yang melibatkan pemilihan alternatif yang terbaik. Perspektif di bawah ini mengidentifikasikan empat episode konflik, dikutip dari tulisan Thomas V. Banoma dan Gerald Zaltman dalam buku Psychology for Management:
1. Appriach-approach conflict, yaitu situasi dimana seseorang harus memilih salah satu di antara beberapa alternatif yang sarna baiknya.
2. Avoidance-avoidance conflict, yaitu keadaan dimana seseorang terpaksa memilih salah satu di antara beberapa alternatif tujuan yang sama buruknya.
3. Approach-avoidance conflict, merupakan suatu situasi dimana seseorang terdorong oleh keinginan yang kuat untuk mencapai satu tujuan, tetapi di sisi lain secara simultan selalu terhalang dari tujuan tersebut oleh aspek-aspek tidak menguntungkan yang tidak bisa lepas dari proses pencapaian tujuan itu sendiri.
4. Multiple aproach-avoidance conflict, yaitu suatu situasi dimana seseorang terpaksa dihadapkan pada kasus kombinasi ganda dari approach-avoidance conflict.

b. Konflik interpersonal, yang merupakan konflik antara satu individual dengan individual yang lain. Konflik interpersonal dapat berbentuk substantive maupun emotional, bahkan merupakan kasus utama dari konflik yang dihadapi oleh para manajer dalam hal hubungan interpersonal sebagai bagian dari tugas manajerial itu sendiri

c. Konflik intergrup
Konflik intergrup merupakan hal yang tidak asing lagi bagi organisasi manapun, dan konflik ini meyebabkan sulitnya koordinasi dan integrasi dari kegiatan yang berkaitan dengan tugas-tugas dan pekerjaan. Dalam setiap kasus, hubungan integrup harus di-manage sebaik mungkin untuk mempertahankan kolaborasi dan menghindari semua konsekuensidisfungsional dari setiap konflik yang mungkin timbul.

d. Konflik interorganisasi
Konflik ini sering dikaitkan dengan persaingan yang timbul di antara perusahaan-perusahaan swasta. Konflik interorganisasi sebenarnya berkaitan dengan isu yang lebih besar lagi, contohnya persetisihan antara serikat buruh dengan perusahaan. Dalam setiap kasus, potensi terjadinya konflik melibatkan individual yang mewakili organisasi secara keseluruhan, bukan hanya subunit internal atau group
 
sumber
 
http://vivitardyansah.blogspot.com/2011/04/strategi-penyelesaian-konflik.html