Pages

Saturday, January 7, 2012

Polisi Jualan Narkoba Bukti Pengawasan Internal Lemah


Polisi Jualan Narkoba Bukti Pengawasan Internal Lemah

Politikus Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin menyayangkan jika dugaan keterlibatan pihak kepolisian dalam penjualan narkoba di Papua benar-benar terjadi. Pihaknya meminta agar pihak kepolisian memberi sanksi yang berat terhadap pelaku.

"Sungguh disayangkan justru aparat yang melakukan perbuatan tercela. Harus ditindak tegas," ujar Didi kepada okezone, Kamis (24/11/2011).

Menurut anggota Komisi III DPR itu, keterlibatan oknum kepolisian merupakan bentuk lemahnya sistem pengawasan di internal kepolisian. Seharusnya pihak kepolisian harus melakukan rotasi dengan meletakkan tokoh-tokoh yang memiliki rekam jejak bagus.

"Ini juga bukti bahwa pengawasan dan kontrol terhadap aparat lemah. Kapolri harus membenahi sistem pengawasan internal. Lakukan penyegaran pada pos-pos pengawasan dengan menempatkan polisi-polisi yang punya integritas," kata dia.

Didi mendesak pihak kepolisian agar menyelidiki secara tuntas kasus tersebut.

"Selidiki secara tuntas persoalan ini, apabila jaringan narkoba ternyata telah menyusup dan mengkontaminasi aparat disana, tentu pembersihan harus dilakukan," jelasnya.

Hal itu merupakan tantangan bagi Kapolda Papua untuk menunjukkan bahwa lembaganya tidak seperti yang diisukan selama ini.

"Ini pertaruhan bagi Kapolda Papua. Kapolda harus mampu tunjukkan kepemimpinan untuk selesaikan persoalan yang telah mencoreng, merusak dan mempermalukan citra kepolisian," pungkasnya.
(crl)

KOORDINASI DAN HUBUNGAN KERJA


KOORDINASI DAN HUBUNGAN KERJA

Dalam menghadapi kehidupannya, manusia masih tetap memiliki kelemahan-kelemahan untuk mampu bertahan hidup. Beruntung manusia tidak hanya memiliki naluri saja, melainkan dibekali akal dan pikiran.

Aristoteles mengatakan bahwa manusia adalah “Zoon Politikon” atau makhluk bermasyarakat. Hal ini disebabkan bahwa pada manusia terdapat naluri-naluri untuk mendekatkan diri dengan manusia lain seperti dorongan untuk berkomunikasi, dorongan untuk bergaul, dan dorongan untuk menyatakan perasaan kepada fihak lain. Dalam serba kelemahannya itu kemudian manusia merasa perlu melakukan kerja sama baik dalam menhadapi ancaman-ancaman maupun dalam mendapat keinginannya/tujuannya. Dengan demikian, pada akhirnya terbentuk kelompok manusia atas dasar ikatan-ikatan tertentu yang melahirkan marga, suku, kelompok gotong royong, mapalus dan sebagainya. Mereka bergabung dengan suka rela tanpa ada ikatan formal. Namun demikian ada pula kelompok yang didasarkan pada ikatan-ikatan formal yang saling menguntungkan secara timbal balik yang dapat disebut dengan organisasi formal.

Pada umumnya organisasi dibentuk oleh kelompok orang untuk mencapai tujuan. Apabila tujuan yang ingin dicapai semakin luas dan kompleks maka diperlukan kerjasama dan pembagian kerja dalam organisasi tersebut. Oleh karena tujuan organisasi adalah tujuan bersama, maka hubungan kerja antara bagian atau antara orang-orang yang tergabung dalam organisasi itu semakin menjadi penting. Agar koordinasi dan hubungan kerja dapat dilaksanakan secara optimal ( jelas dan transparan ), maka melakukan koordinasi harus memperhatikan aspirasi dari bawah serta diciptakan bentuk koordinasi yang memadai.

Koordinasi dan hubungan kerja merupakan faktor yang sangat dominan di dalam kehidupan suatu organisasi. Oleh karena itu, koordinasi dan hubungan kerja harus secara terus menerus di tingkatkan dalam rangka mencapai tujuan organisasi secara optimal.

Koordinasi merupakan pekerjaan yang tidak mudah, dan merupakan tugas para pemimpin (manajemen) dalam menuju pada pencapaian sasaran.

Berbagai jenis koordinasi, baik koordinasi vetikal maupun fungsioanal dan koordinasi lainnya, dimana semuanya memiliki tujuan yaitu dengan terwujudnya keterpaduan, keserasian dan keselarasan dari seluruh komponen yang terkait dengan pencapaian sasaran dan tujuan organisasi.

Kegagalan koordinasi biasanya disebabkan oleh kegagalan koordinasi dalam memikirkan dan mendapatkan alat-alat koordinasi yang akan mendukung pelaksanaan koordinasi tersebut. Di antara alat-alat organisasi tersebut adalah; Komunikasi, Organisasi matriks (kepanitiaan), Operating procedures, Rencana bersama, Desisi (keputusan) manajer puncak, Instruksi, Norma kebijakan dan peraturan, Asas-asas organisasi dan manajemen, Strategi, Idiologi.

Dalam rangka melakukan koordinasi dan hubungan kerja dengan semua pihak yang terkait untuk pencapaian tujuan organisasi. Semua pihak yang melakukan koordinasi dan hubungan kerja pada dasarnya melakukan komunikasi. Dalam melakukan komunikasi juga perlu memperhatikan elemen-elemen dan jenis-jenis komunikasi yang ada agar dapat berkomunikasi efektif. Disamping memehami konsep dan batasan / pengertian komunikasi, juga harus mengetahui secara jelas teknis dan hambatan dalam berkomunikasi. Untuk dapat mencapai keberhasilan dalam pelaksanaan koordinasi dan hubungan kerja, semua pihak harus menyadari dan mempehatikan hambatan-hambatan dan teknis-teknis berkomunikasi.

PERENCANAAN PENGAJARAN


PERENCANAAN PENGAJARAN
         
          Perencanaan pengajaran berarti pemikiran tentang penetrapan prinsip- prinsip umum mengajar didalam pelaksanaan tugas mengajar dalam suatu interaksi pengajaran tertentu yang khusus baik yang berlangsung di dalam kelas ataupun diluar kelas.
          Perencanaan pengajaran mempunyai beberapa faktor yang mendukung tujuan pembelajaran tercapai misal :
  1. Persiapan sebelum mengajar
  2. Situasi ruangan dan letak sekolah dari jangkauan kendaraan umum
  3. Tingkat intelegensi siswa
  4. Materi pelajaran yang akan disampaikan
Faedah perencanaan :
1. Karena adanya perencanaan maka pelaksanaan pengajaran menjadi baik dan efektif.
Yang dimaksud adalah maka seorang guru bisa memberikan materi pelajaran dengan baik karena ia harus dapat menghadapi situasi di dalam kelas secara mantap, tegas dan fleksibel.
2. Karena perencanaan maka seseorang akan tumbuh menjadi seseorang guru yang baik.          
Yang di maksud adalah guru membuat persiapan yang baik dan adanya pertumbuhan berkat pengalaman dan akibat dari hasil belajar yang terus menerus.
          Bagaimana cara untuk mencapai hasil hasil belajar yang efektif yang dijadikan pedoman dalam setiap kali membuat perencanaan ?

Ada 7 aspek persiapan untuk mencapai tugas yang di sebutkan tadi :
  1. Persiapan terhadap situasi
Mancakup : tempat, suasana ruangan kelas, dan lain-lain. Dan situasi umum harus dimiliki sebelum saudara mengajar di dalam kelas tersebut dengan pengetahuan saudara dapat membuat ancang- ancang terhadap variabel  faktor masalah dan menghadapi situasi kelas.
  1. Persiapan terhadap siswa yang akan dihadapi
Maksud ; Sebelum guru mengajar ia harus mengetahui keadaan siswa tsb atau dengan kata lain guru harus membuat gambaran yang jelas mengenai keadaan siswa yang akan dihadapi selain dari pada faktor intern siswa tsb ( laki- laki dan Pr) seorang guru harus mengetahui taraf kematangan dan pengetahuan serta khusus dari pada siswa tsb.
  1. Persiapan dalam tujuan umum pembelajaran
Yang menyangkut tujuan instruksional apa yang akan dicapai oleh para siswa harus dimiliki seorang guru mencakup antara lain :
Pengetahuan, kecakapan, keterampilan atau sikap tertentu yang konkrit yang bisa di ukur dengan alat- alat evaluasi.
  1. Persiapan tentang bahan pelajaran yang akan diajarkan
Yang dimaksud dengan ini : Dengan adanya pengetahuan yang akan dihadapkan kepada siswa, si guru memiliki persiapan yang akan di sampaikan kepada siswa yang harus terdapat batas- batas, luas dan urutan- urutan pengajaran perlu di persiapkan.
  1. Persiapan tentang metode- mengajar yang hendak di pakai
a.      metode ceramah
b.     metode tanya jawab atau diskusi

  1. Persiapan dalam penggunaan alat- alat peraga
Misal : kapur dan papan tulis, pengahapus paling sedikit di gunakan tetapi dalam belajar pembelajaran di pergunakan alat pembantu adalah media yang mempertinggi komunikasi pada saat proses belajar berlangsung.
  1. Persiapan dalam jenis teknik evaluasi
Tujuan evaluasi : samapi sejauhmana daya serap terhadap produk bahasan yang saudara terapkan
Ada beberapa jenis alat evaluasi disini yaitu : Bentuk test apakah test tertulis maupun test lisan.

Pengertian Perencanaan Sumber Daya Manusia


Pengertian Perencanaan Sumber Daya Manusia

Berbagai pandangan mengenai definisi perencanaan sumber daya manusia seperti yang dikemukakan oleh Handoko (1997, p. 53) Perencanaan sumber daya manusia atau perencanaan tenaga kerja merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi permintaan-permintaan bisnis dan lingkungan pada organisasi di waktu yang akan datang dan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tenaga kerja yang ditimbulkan oleh kondisi-kondisi tersebut. Di mana secara lebih sempit perencanaan sumber daya manusia berarti mengestimasi secara sistematik permintaan (kebutuhan) dan suplai tenaga kerja organisasi di waktu yang akan datang. Pandangan lain mengenai definisi perencanaan sumber daya manusia dikemukakan oleh Mangkunegara ( 2003, p. 6) Perencanaan tenaga kerja dapat diartikan sebagai suatu proses menentukan kebutuhan akan tenaga kerja berdasarkan peramalan pengembangan, pengimplementasian, dan pengendalian kebutuhan tersebut yang berintegrasi dengan perencanaan organisasi agar tercipta jumlah pegawai, penempatan pegawai yang tepat dan bermanfaat secara ekonomis.

Friday, January 6, 2012

Preman Gokil


Alkisah…. ada seorang preman yang mati karena kebanyakan minum minuman keras di lokalisasi.. .
sehingga dalam penguburannya tidak ada yang mengantar
kecuali keluarganya yang semuanya juga preman dan penjahat..

Sahabat karib preman yang mati tersebut juga ikut mengantar ke kuburan
walaupun dalam keadaan mabuk berat..
Waktu diturunkan ke dalam kuburan, sang sahabat turun ke dalam lubang kuburan
untuk menerima mayat temannya, kemudian dengan sedih dia
mengatakan kalimat perpisahan.. …..

” Jack…sssooorry, gue kagak bisa ngazanin elo.., gue lagi fly beraaat neh…
Cuman gue pesen aja ama elo, kayak yang diajarin ustadz waktu kite masih kecil dulu…
elo dengerin yang bener…., ‘ntar kalo kite-kite yang nganter udah pergi dari sini,
bakalan ada malaikat yang dateng nanyain elo, kalo kagak salah ada tiga pertanyaan.. ….”

“Pertanyaan pertama, kalo die nanya siape Tuhan lo,
elo jawab aje….. Allah…”

“Pertanyaan kedua kalo kagak salah, die bakal nanya siape nabi lo..,
elo jawab aje.. Muhammad…. biar elo kagak lupa…, inget aja si mamad
yang baru kita gebukin kemaren….”

“Pertanyaan ketiga…… ., (bengong lama sambil megangin jidat),
…aduh, sorry banget Jack…., gue kagak bisa inget pertanyaan yang ketiga…
tapi gini aje.. kalo elo udah jawab dua pertanyaan dan die masih nanya yang macem-macem, lo hajar aje die!!! abis perkara….. …”

Curhatan Udin


Udin:jang ku mo curhat
Ujang:ga....lo ngaco
Udin:kali ni beneran jang
Ujang: ok deh...mo cerita apaan?
Udin:saat jalan...pada awalnya ku ragu ma dy krna ku pnya mslah ma dy hatiku jd dag..dig..dug..
Ujang:terus...
Udin:jgn2 d jln dy mo minta putus... dan akhirnya putus jga...
Ujang:sabar din...
Udin:hufff...ku sbnarnya msh ga snggup mnerima knyataan ni.... dy slalu nmenin ku kmna pun ku pergi....
Ujang mulai ikut2an sedih......
Udin:uh..DASAR SANDAL SIALAN...
di depan org byk mnta putuss...
Ujang:edan lo.....!@#$%@#!

Cerita Konyol


Pada suatu hari Si Salim disuruh emaknya mengambil mangga di kebun . Sedang asik-asiknya Si Salim mengambil mangga, tiba-tiba di bawah dia melihat sepasang remaja sedang making love. Berdirilah bulu roma Si Salim. Entah kenapa dia tetap bertahan di atas pohon sambil menahan lututnya yang mulai gemetar. Selang 10 menit didengarnya suara isak tangis remaja perempuan itu, sambil tersendat-sendat dia bicara.

“Mas bagaimana kalau saya hamil nanti? Mas harus mau bertanggungjawab”

“Sudahlah dik, kita serahkan semua ini pada yang di Atas” jawab si lelaki.

Si Salim terperanjat lalu dia berteriak, “Enak aja menyerahkan semuanya padaku… aku kan cuma ambil mangga!”