Pages

Tuesday, November 6, 2012

Aturan bisnis modernisasi transaksi warisan sistem di Departemen California Kendaraan Bermotor

oleh Fair Isaac StafDepartemen California Kendaraan Bermotor (DMV) bertanggung jawab untuk mengumpulkan sekitar $ 4100000000 setiap tahun biaya STNK. Sistem komputer terpusat di Sacramento berkomunikasi dengan sistem lokal di 167 kantor perwakilan di seluruh negara untuk menangani tugas kompleks menghitung biaya pendaftaran untuk penduduk negara terbesar mobil baru dan bekas, truk, sepeda motor, kapal dan jenis kendaraan lainnya.Pada tahun 2000, DMV menyadari bahwa mereka perlu untuk memperbarui dan bertemu dua sistem kendaraan biaya terpisah, dan pindah ke sistem modern yang akan memenuhi penyelarasan strategis negara terhadap eGovernment dengan akses publik di masa depan melalui internet. The DMV mulai Pendaftaran Kendaraan Perhitungan Biaya (VR Fee Comp) proyek untuk mengkonsolidasikan dan merampingkan proses generasi fee yang dilaksanakan di dua platform komputasi yang berbeda, dua bahasa komputasi dan dua sistem yang berbeda:


Tim mengakui bahwa Aturan Bisnis Manajemen Perangkat Lunak (BRMS) akan memungkinkan pemisahan logika bisnis, kebijakan dan proses dari pemrograman aplikasi yang sebenarnya. Kemampuan untuk memberikan kekuatan kebijakan bisnis dan perubahan bisnis analis bukan programmer adalah perubahan monumental untuk proses pengembangan aplikasi saat ini untuk DMV, sesering jumlah terbatas sumber daya pemrograman mengakibatkan latency untuk pembaruan sistem. Selain perubahan sistem yang lebih cepat, sebuah aturan bisnis sistem bisa menegakkan tingkat terbesar sesuai dengan mandat legislatif.Dengan rasa yang tajam untuk mengembangkan solusi yang mudah akan diintegrasikan dengan teknologi masa depan dan menjamin siklus hidup panjang umur solusi, para Fee VR tim Comp berada di garis depan mengevaluasi teknologi baru, seperti Jawa, dan aplikasi Java server yang akan memungkinkan untuk sistem terbuka dan internet-siap untuk memfasilitasi tujuan masa depan dari web memungkinkan komponen dari proses pendaftaran kendaraan.Setiap BRMS akan harus dimengerti dan digunakan oleh non-teknis analis bertanggung jawab untuk mengawasi kepatuhan legislatif. Hal ini juga akan membutuhkan sebuah antarmuka pengguna yang intuitif yang akan memungkinkan kontrol yang komprehensif dan pengujian aturan tanpa sintaks pemrograman jelas. Dari sudut pandang teknis, maka harus dijalankan dengan cepat dan skala besar untuk menangani jumlah transaksi pada berbagai sistem komputer, dari mainframe terbesar ke server kantor. Dan itu harus melakukan semua ini tanpa memerlukan penggantian atau menulis ulang sebagian besar aplikasi legacy dan sistem.




Kesimpulan  : ya jadi kesimpulannya kita bertanggung jawab


KELOMPOK :

1. ADITYA ADHA Y
2. AYU EKAWATI
3. BAMBANG TRISAPUTRA

Pengertian dan Konsep dasar Model

Pengertian Model
Model adalah pola (contoh, acuan, ragam) dari sesuatu yang akan dibuat atau
dihasilkan (Departemen P dan K, 1984:75). Definisi lain dari model adalah abstraksi
dari sistem sebenarnya, dalam gambaran yang lebih sederhana serta mempunyai
tingkat prosentase yang bersifat menyeluruh, atau model adalah abstraksi dari realitas
dengan hanya memusatkan perhatian pada beberapa sifat dari kehidupan sebenarnya
(Simamarta, 1983: ix – xii).


Konsep Dasar & Model Desain Pembelajaran

Konsep Dasar
Sebelumnya, perlu diketahui terlebih dulu, mengapa istilah ‘pembelajaran’ digunakan dari pada ‘pembelajaran’.  Jika pembelajaran mengacu pada aktifitas guru semata, maka dalam pembelajaran aktifitas siswa yang lebih diperhatikan.  Adapun pengertian desain pembelajaran, menurut Syaiful  Sagala (2005:136), adalah pengembangan pembelajaran secara sistematik yang digunakan secara khusus teori-teori pembelajaran  untuk menjamin kualitas pembelajaran itu sendiri.
Selain itu, penyusunan perencanaan pembelajaran harus sesuai dengan kurikulum yang digunakan. Untuk itu, proses desain pembelajaran ini berawal dari pemahaman  awal guru terhadap kurikulum sekolah, identifikasi ketersediaan waktu efektif (kalender pendidikan),  program tahunan (prota), program semester (promes), rencana proses pembelajaran (RPP) atau learning action plan, analisis ulangan harian, dan lain-lain.
Menurut Hilda Taba, desain pembelajaran setidaknya mempertimbangkan komponen  learning cycles sebagai berikut, (1) tujuan/kompetensi pembelajaran, (2) materi ajar, (3) pendekatan/metode/strategi, dan (4) penilaian.
Model Desain Pembelajaran
Model Dick and Carrey
Salah satu model desain pembelajaran adalah model Dick and Carey (1985). Model ini termasuk ke dalam model prosedural. Langkah–langkah Desain Pembelajaran menurut Dick and Carey adalah:
  1. Mengidentifikasikan tujuan umum pembelajaran.
  2. Melaksanakan analisi pembelajaran
  3. Mengidentifikasi tingkah laku masukan dan karakteristik siswa
  4. Merumuskan tujuan performansi
  5. Mengembangkan butir–butir tes acuan patokan
  6. Mengembangkan strategi pembelajaran
  7. Mengembangkan dan memilih materi pembelajaran
  8. Mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif
  9. Merevisi bahan pembelajaran
  10. Mendesain dan melaksanakan evaluasi sumatif.

E-COMMERCE

E-commerce merupakan suatu proses pembelian, penjualan, mentransfer, atau pertukaran produk, jasa, atau informasi melalui jaringan komputer termasuk internet. Pada dasarnya ecommerce merupakan dampak dari berkembangnya teknologi dan telekomunikasi yang sangat berkembang pesat. Semakin meningkatnya teknologi dan telekomunikasi di dunia ini maka setiap manusia mempergunakan internet dalam melakukan aktivitas di kehidupan sehari-hari yaitu dengan bisnis usaha yang akan mereka ciptakan di dunia maya. Dari zaman yang sudah modern ini, perkembangan internet menyebabkan suatu terbentuknya atau interaksi kehidupan kita yang setiap orangnya mempunyai hak dan kemampuan untuk berhubungan dengan dunia maya, tidak ada batasan apapun untuk tidak menghalangi setiap orang untuk masuk ke dunia maya dengan menggunakan internet dalam aktifitas dalam kehidupan sehari – hari. Di masa sekarang ini perusahaan harus pandai – pandai menentukan keputusan untuk memasarkan produknya, maka dibutuhkan sarana yang tepat untuk dunia pemasarannya, melalui e-commerce, pemasaran kepada konsumen atau masyarakat pada
umumnya akan beroperasi berdasarkan dari pada prinsip pemasaran itu sendiri. E-commerce cenderung sangat memberikan rasa paling nyaman dengan kemudahan dan kelebihan bagi pembeli atau bagi konsumen dalam melakukan proses transaksi dalam  berbelanja. Para pembeli membeli transaksi online yaitu untuk mendapatkan barang yang
mereka cari atau mereka inginkan. Selain itu, harga yang ditawarkan atau barang – barang yang dijual melalui e-commerce ini relatif lebih murah dibandingkan kita pergi berbelanja langsung ke toko, karena jalur distribusi dari produsen barang ke pihak penjual lebih singkat dibandingkan dengan toko konvensional. Oleh karena itu, E-commerce dapat memberikan suatu informasi dalam bentuk lebih menarik, menyenangkan dan online setiap tanpa batas waktu, asalkan semua perangkat teknologi mendukung dan terpenuhi. yang menjadi kenapa pembeli atau konsumen lebih memilih banyak melakukan transaksi online.

MANFAAT E-COMMERCE DALAM BISNIS PERUSAHAAN

Manfaat e-commerce dalam bisnis
Ada beberapa manfaat e-commerce dalam bisnis perusahaan, antara lain :
  • Mendapat pelanggan baru. Dengan e-commerce, memungkinkan perusahaan mendapatkan pelanggan baru dari pasar domestik  maupun luar negeri.
  • Meningkatkan mutu pelayanan. Dengan e-commerce, perusahaan dapat melayani konsumen secara online 24 jam/ hari.
  • Menarik konsumen agar tetap bertahan. Dengan e-commerce, informasi yang diterima oleh konsumen lebih up to date. Sehingga pelanggan dapat bertahan dan bahkan bertambah dalam waktu yang sangat cepat.
Kelebihan E-Commerce
  • Otomatisasi, menggantikan proses manual
  • Integrasi, meningkatkan efisiensi & efektifitas proses
  • Publikasi, memberikan jasa promosi & komunikasi atas produk & jasa yang dipasarkan
  • Interaksi, pertukaran data / informasi antar berbagai pihak yang akan meminimalkan “human error”
  • Transaksi, kesepakatan antara dua pihak untuk melakukan transaksi yang melibatkan institusi lain.

sumber : http://parwisart.wordpress.com/2009/10/15/manfaat-e-commerce-dalam-bisnis-perusahaan/
              http://unpas.ac.id/pages/apa-itu-e-commerce-2/